Song Llinks

Minggu, 05 Mei 2013

Penyakit dan Kelainan pada Hati (Liver)

Hati (liver) merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia. Di dalam hati terjadi proses-proses penting bagi kehidupan kita, yaitu proses penyimpanan energi, pembentukan protein dan asam empedu, pengaturan metabolisme kolesterol, dan penetralan racun atau obat yang masuk dalam tubuh kita. Apabila fungsi hati terganggu maka akan terjadi dampak yang kompleks pada kesehatan tubuh. Berikut akan dipaparkan beberapa gangguan dan kelainan pada hati.



1. Hepatitis
merupakan peradangan pada sel-sel hati. Peradangan ini disebabkan oleh virus, terutama virus hepatitis A, B, C, D, dan E, atau juga dapat disebabkan karena minum alcohol berlebihan dan penyalahgunaan obat-obatan atau terlalu banyak dosis. Pada umumnya penderita hepatitis A dan E dapat disembuhkan, sebaliknya hepatitis B dan C dapat menjadi kronis. Sementara itu hepatitis D hanya dapat menyerang penderita yang telah terinfeksi virus hepatitis B sehingga kondisi ini dapat memperparah keadaan penderita.
Macam-macam hepatitis adalah :
(*)  Hepatitis A
Timbul kerusakan berat pada jaringan organ hati secara mendadak yang disebabkan karena Virus Hepatitis A yang ada di air kotor, kerang atau juga ternak.
(*)  Hepatitis B
Timbulnya kerusakan pada jaringan organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B yang umumnya terdapat pada orang dewasa. Dan jika sistem kekebalan tubuh kita menurun, virus ini dapat aktif dalam tubuh. Bisa menular melalui kontak darah, keringat, dan air liur.
(*) Hepatitis C
Kerusakan organ hati karena terinfeksi Virus Hepatitis C yang biasanya ditularkan secara langsung dari satu orang ke orang lain lewat darah, jarum suntik, atau ibu hamil pada janinnya.
(*)  Hepatits D
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan ( ko-infeksi ) atau amat progresif.
(*) Hepatitis E
Gejala mirip hepatitis A, demam, pegel linu, lelah, hilang nafsu makan, dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( Self – Limited ), kecuali bila terjadi pada saat kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feses.
(*) Hepatitis F
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F adalah penyakit hepatitis yang terpisah.
(*) Hepatitis G
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan penyakiy ini bisa melalui transfusi darah jarum suntik.

Gejala secara umum untuk hepatitis :
 * Lemah, letih, lesu dan nyeri otot.
 * Demam ringan.
 * Mual, kurang nafsu makan, dan tubuh menguning, (mata, kulit menguning).
 * Kencing berwarna gelap, kotoran berwarna pucat, kadang-kadang gejala sangat ringan seperti flu.
 * Warna kuning yang timbul pada mata, kulit, disertai demam, cepat lelah dan pusing juga bisa disertai pingsan.

2. Sirosis hati ( Pengerasan organ Hati )
Penyakit hati kronik yang dianggap dalam dunia kedokteran penyakit irreversible, ditandai dengan kerusakan pada jaringan hati. Namun masih diusahakan perbaikan, untuk menunda proses kerusakan lebih lanjut.

Gejalanya :
 * Kembung, banyak angin di perut, nyeri pada daerah ulu hati.
 * Perut mengeras dan membesar.
 * Demam dan meriang juga sulit untuk bergerak.

Penyebabnya :
 * Kebiasaan mengkonsumsi obat – obatan dan minuman beralkohol.
 * Infeksi oleh virus dan bakteri
 * Adanya sel tumor dan kanker, sehingga menghambat kerja organ liver.
 * Penumpukan racun dalam tubuh yang berlebihan dan kurang istirahat.

3.      Kanker hati
merupakan kelainan hati yang disebabkan oleh berkembangnya sel-sel kanker pada jaringan hati. Kanker ini sebagai komplikasi akhir dari hepatitis kronis karena virus hepatitis B, C, dan hemokromatis.


4.      Perlemakan hati
merupakan kelainan hati akibat adanya penimbunan lemak yang melebihi 5% dari berat hati, sehingga lemak ini membebani lebih dari separuh jaringan hati. Perlemakan hati sering berpotensi menjadi penyebab sirosis hati. Kelainan ini dapat dipicu oleh konsumsi alkohol yang berlebih.


5.    Jaundice (Penyakit Kuning)
Gejala yang ditunjukkan pada penderita baik dewasa maupun anak-anak dengan kulit dan mata yang kuning. Sakit kuning merupakan gejala awal pada gangguan fungsi liver ( hati ), penyumbatan saluran empedu atau disebabkan obat-obatan yang mengganggu fungsi hati, atau pada saat adanya gangguan metabolisme Bilirubin ( Substansi yang diproduksi pecahan sel darah merah). Warna kuning yang timbul pada kulit dan mata disebabkan karena meningkatnya kadar Bilirubin dalam tubuh sehingga mengganggu kerja organ liver.

6.      Hemokromatosis
merupakan kelainan metabolisme yang ditandai dengan adanya pengendapan besi secara berlebihan dalam jaringan. Penyakit ini bersifat genetik atau keturunan.


Berdasrkan sasaran yang rentan diserang penyakit hati, dapat dibedakan berdasarkan usia, yaitu anak-anak dan dewasa. Berikut penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada anak-anak: 
suatu kondisi dimana saluran empedu menyempit dan memburuk, terutama pada tahun pertama kehidupan.
(_) Alpha 1- antitrypsin deficiency
suatu penyakit hati genetik pada anak yang dapat menuju ke hepatitis dan sirosis hati
suatu kondis dimana saluran empedu yang terbentang dari hati ke usus halus adalah terlalu kecil penampangnya atau sama sekali tidak ada
suatu penyakit keturunan dimana tubuh tidak dapat mentoleransi gula-gula tertentu didalam susu. Gula-gula ini dapat memperluas, menyebabkan kerusakan yang serius terhadap hati dan organ-organ lainnya dari tubuh.
(_) Hemorrhagic Herrediter telangiectasia
 suatu kondisi dimana pembuluh darah yang tipis mengizinkan perdarahan yang mudah dan sering dari kulit dan saluran pencernaan
(_) Hepatitis aktif kronis
suatu peradangan hati yang menyebabkan luka yang meninggalkan parut dan gangguan fungsi hati
(_) Kanker hati
yang dapat berasal dari kanker pada bagian tubuh lainnya yang telah menyebar ke hati
adalah hepatitis pada bayi baru lahir yang terjadi pada beberapa bulan pertama kelahiran
(_) Reye's syndrome
suatu kondisi yang menyebabkan meluasnya lemak di hati. Pada beberapa kasus kondisi ini dikaitkan dengan penggunaan aspirin, terutama yang berhubungan dengan chickenpox, influenza, atau penyakit-penyakit lainnya dengan demam
(_) Thalassemia
satu grup dari anemia yang diwariskan, atau jumlah darah merah yang rendah
(_) Tyrosinemia
suatu kelainan yang menyebabkan persoalan serius dengan metabolisme hati
(_) Wilson's disease
suatu kondisi warisan (keturunan) yang menyebabkan meluasnya dari mineral tembaga didalam hati



Penyakit-penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada orang dewasa termasuk:
(*) Batu empedu
yang mungkin dapat menyumbat saluran empedu
(*)Hemochromatosis
suatu kondisi yang menyebabkan tubuh menyerap dan menyimpan terlalu banyak besi. Penumpukan dari besi menyebabkan kerusakan hati dan organ-organ lainnya
(*)Porphyria
suatu kondisi yang menyebabkan kesalahan fungsi dalam bagaimana tubuh menggunakan porphyrins. Porphyrins adalah sangat penting pada pembuatan haemoglobin didalam sel darah merah, untuk mengangkut oksigen keseluruh tubuh
(*)Primary sclerosing cholangitis
suatu kondisi yang menyebabkan saluran empedu dari hati menyempit karena peradangan dan luka goresan
(*)Sarcoidosis
suatu penyakit yang menyebabkan suatu perluasan dari luka-luka di hati dan organ-organ lainnya dari tubuh
(*)Sirosis
suatu kondisi serius yang menyebabkan jaringan dan sel-sel hati diganti oleh jaringan parut
(*)Type I glycogen storage disease
yang menyebabkan persoalan pada pengontrolan gula darah ketika sesorang sedang puasa

Penyakit hati yang berhubungan dengan alkohol termasuk:
(^) Hepatitis alkoholik
(^) Penyakit fatty liver yang menyebabkan pembesaran hati
(^) Sirosis alkoholi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar